Sorot mata itu menunjukkan dia telah selalu berusaha untuk ketiga anak-anaknya tumbuh besar dan menjadi lebih baik. Mungkin terkadang kesal dengan sifat cuek yang dia tunjukkan, batinku salah menerka..dia begitu luar biasa kerasnya membuat kami bahagia tanpa sosok istri di sampingnya. maaf jika aku salah.
Selama ini tetesan air mataku hanya keluar dengan alasan karena merindukan mama, rasanya duniaku telah hilang semenjak kepergian mama. Tapi, pagi tadi aku tersentuh, mendengar semua kisah dan perjuangan dia tanpa mama, melihat matanya mulai sayu dan memerah, melihat ucapan yang begitu tulus, mendekat, memeluknya dan mencoba merasakan apa yang dia keluhkan, tanpa sadar setetes demi setetes air mataku turun.Terasa dia telah mulai tua, disadari dengan rambutnya yang menyeluruh berubah warna, dan selalu aku yakini aku menyayangi dia melebihi apapun.
Aku kembali tersenyum dengan melihat kembali senyuman di bibirnya. dua bocah kecil bermain di dekatku itu terlalu membuatku bising, membuat marahku memuncak. Dia tersenyum memerhatikanku yang comel, sedikit menggoda dan menertawakanku. aku balik membalas senyuman keikhlasan seorang papa untuk anaknya.
Begitu amat bahagia saat kebahagian sederhana terlahir dari kekonyolan singkat bersama, sangat menyenangkan waktu yang terkadang terlalu sedikit untuk bertemu, dimulai dari aku ataupun Papa yang sibuk sendiri dengan segala aktifitas kerja rutin.
Begitu sosok yang perlu di ambil contoh dari sebuah perjuangannya, aku tak bisa dewasa kalau tak ada Dia dengan sifatnya. aku tak bisa mandiri kalau bukan Dia yang membangkitkanku.
Kasih sayang yang dia berikan tak tertandingi dari segi apapun,
love you papa...love you mom...
Tak ada harta paling berharga selain kasih sayang dan cinta yang kalian punya untuk kami.
:')

Tidak ada komentar:
Posting Komentar