Dear my Doliza,
Hay Selasa, be my day ya...;))
aku mau cerita tentang minggu malam ku kemarin nih, disaat aku pertama kalinya cemburu, entahla..aku rasa ini bukan pertama kali, ini kedua kali sepertinya, yang pertama cukup aku rasain sendiri..cukup di hati aja :').
Aku mulai tak mengakui kalau aku cemburu malam ini, karna aku rasa, perempuan yang aku cemburukan itu juga tak penting, tapi entahla..perasaannya muncul sedari malam minggu dan berlanjut di hari minggu malam ini. Ini cuma perasaan bodohku saja, karna semuanya bermula dari twitter dan mentions perempuan itu yang membuatku risih, untung saja kamu tak genit atau apalah. Tanpa sadar juga wajahku yang memerah inilah yang membuat aku gak bisa bohong dari kamu kalau aku itu cemburu. Masalah ini kecil sebenarnya, tapi ada satu masalah lagi bermulai dari telfon dan sepertinya cukup aku dan kamu yang tau ya, itu yang membuatku marah dan sangat marah, sampai-sampai otakku mengalahkan logika untuk berkata " kamu pulang gih! udah malam! kerumah temen kamu aja sana " dengan nada sedikit mengusir sambil melihat jam dinding menunjukkan setengah sepuluh malam, kamu pun sepertinya sedikit tersinggung dan berkata " iya...ambil kan bajuku " pinta kamu saat menujuk ke arah baju kemeja diatas kursi sebrang yang di pakai sehabis kita pergi undangan tadi, aku turuti dalam kecut nya wajahku, aku ambil dan ku gumpal-gumpal baju itu, biarkan saja ronyok aku tak perduli benakku dalam hati lalu melemparnya jauh dari kami, kamu berdiri dan berkata " sudah di usir jadi harus pulang " tidaaaaaaak!! wajahnya agak berubah dan serius, dia marah sepertinya yah...sekarang aku yang mulai takut, sambil mencuri melihat wajahnya yang tiba-tiba serius. aku memegang tangannya dan berkata dengan nada manja untuk menghentikan niatnya untuk pulang " enggaaak, sini " matanya melihatku dan sepertinya mata itu sudah berubah lagi,..aku lega. Kamu duduk jauh lalu berkata mengejekku " bukan salah gueeee " sambil bermain hp dan tertawa-tawa mengejekku, khas! sepertinya kamu belum menyadari kesalahanmu, memang yang pertama aku tau itu bukan salah kamu, tapi yang kedua, aku butuh penjelasan, karna aku gak suka!!. Aku kecut, terus saja cemberut, wajah yang entah bagaimana, yang jelas aku ingin menangis dan berusaha menahan tangis. Aneh dan memang terasa aneh malam ini, kami duduk jauh, dan aku tak mau sedikitpun memandang kamu yang asik tertawa dengan game di hp mu, aku hanya mengotak-ngatik bb ku entah apa yang aku buka, ku tutup, geser, entahla!. Sepertinya 5 menit diam sudah berlalu, kamu datang mendekat mengambil bb ku spontan dan menyimpannya di belakang badanmu, lalu menatapku tajam dan penuh makna " kamu kenapa sayang?? aku minta maaf ya " alunan lembut di bibir kamu sambil memegang tanganku " iih sini balikin bb ku " aku masih saja menyembunyikan mataku yang akan tumpah deras ini " gak..gak..kamu kenapa? keluar dek anak kecilnya " kamu mencoba membujuk dengan mencubit hidungku, aku tertwa geli " maafin aku ya sayang " kata kamu lembut lagi dengan menatap mataku tulus " aku gak apa-apa kok, yakin kok gak apa-apa " kataku serius " kamu bohong, tuh...matanya merah berair lagi , mau nangis kan kamu " nada kamu manja sambil mengejekku, kamu emang benar-benar tau isi otakku, aku sangat mencoba menahannya " sayang, kamu kenapa? iyaa...aku minta maaf ya, cerita donk jangan di pendam sendiri, kamu inget kan komitmen kita dari awal pacaran, jangan tertutup dan ceritain, selesain masalah kita sampai selesai " jelasmu pelan, dan seketika aku mulai meneteskan air mata, kamu mengusapnya dan terus merasa bersalah, lalu mengajakku duduk di luar untuk tau apa yang harus di luruskan, cuma salah paham..aku mulai mengungkapkannya. dan aku tau kamu itu sayang banget sama aku, terlihat jelas di mata kamu saat kita duduk berhadapan. Sebentar saja kamu menjelaskannya aku sudah banyak mengerti kok, Cara kamu menjelaskan itu bener-bener dewasa, cara kamu menyelesaikan itu bener-bener membuat aku paham, Cara kamu berbicara, menatap membuat aku semakin tau kamu takut hubungan kita kenapa-napa, kamu ingin kita baik-baik aja dan tetap hangat, aku bersyukur masalah kecil ini cepat selesai, yah..karna kamu memang sangat bijaksana, aku sayang kamu..sayang banget. Masalah ini sama-sama kita jadikan pelajaran ya. Kamu bilang aku lucu kalau cemburu dan kamu baru tau beginilah aku cemburu " mukanya meraaaah banget! ", hahahha...malam ini sekaligus ya kamu dapet, aku cemburu, aku marah, dan aku nangis karna kamu, sehabis kelai ini..kita tetap bercanda kok, karna kamu nyelesainnya juga secara bercanda tapi aku tau itu serius karna kamu tau banget karekter aku :')
Kamu awesome malam ini sayang, dengan senyuman dan tatapan kamu saat kamu menyelesaikannya, tanpa emosi, tenang dan senyuman serta ciuman manis permohonan maaf kamu di keningku..:') maafin aku ya sayang tadi udah ngusir kamu, karna aku terlalu kekenak-kanakan, aku minta maaf ke kamu dan aku suka saat kamu bilang " kalau sayang salah, itu karna aku yang salah " sudah terbukti dan aku pastikan, kalau habis ini aku bakalan semakin klepek-klepek sama kamu, kamu mau tau, rasa sayang aku ke kamu begitu besar, dan aku malu aku seperti anak kecil...:')
* Only you can make me feel this, big Love for you hun, you're just for me, you're the last n my everything, okay..~ :') ♡F *
